Beranda OPINI Polemik Petani Garam Di Rembang Pasca Musim Panas

Polemik Petani Garam Di Rembang Pasca Musim Panas

52
0
BERBAGI

REMBANG, KABARDAERAH.COM – Musim panas atau kemarau yang panjang membuat para petani garam di kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang merasa senang.

Pada saat musim panas seperti sekarang ini, para petani garam mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Jika kita lihat, memang tidaklah sebanding dengan kerja kerasnya di tengah terik matahari.

Dimana, saat musim kemarau seperti sekarang ini, para petani membutuhkan ketelatenan serta kesabaran.

Namun, meskipun harus bekerja dalam keadaan kepanasan karena musim kemarau, kelelahan itu terbayar dengan pendapatan yang melimpah.

Pada hari ini, Senin (6/8/2018), Kami menemui salah seorang petani garam yang telah cukup lama bekerja sebagai petani garam.

Aryono (65), beliau menjadi petani garam sejak tahun 1989. Garam yang sering kita temui di dapur masak kita, terbuat dari proses penjemuran air laut seperti yang bapak Aryono lakukan.

Ladang tempat penjemuran air laut hingga menjadi garam sebenarnya prosesnya sangatlah mudah.

Sering kita sebut dengan nama tambak garam. Proses pembuatannya adalah, Air laut kita jemur di bawah panas matahari dengan suhu skitar 75 derajat Celcius, yang di bawahnya di beri alas plastik, dan saat proses penjemuran membutuhkan waktu 1 hari. Jika air laut telah berubah putih dan mengkristal itu tandanya proses telah berhasil, waktunya di sore hari memanen hasilnya.

Menurut penuturan bapak Aryono, pada waktu dulu sebelum beralaskan plastik, air laut hanya di jemur di atas tanah yang mengadung air garam. Tapi seiring berjalanya waktu, proses pembuatannya lebih bersih. Jika pasca panen garam tiba, perkilonya kalo untuk garam yang proses jemurnya pakai plastik mencapai Rp 1.115,- tapi yang prosesnya manual berkisar Rp 950,- per kilogramnya.

Jika luasnya satu hektar lahan tambak garam, bisa menghasilkan 1 ton garam, kadang juga bisa lebih.

Para petani garam, nantinya akan menjualnya ke pengepul garam kemudian akan di proses dan di kemas untuk di jual ke konsumen.

Tanpa garam, masakan kita akan terasa hambar. garam tanpa bahan kimia, kekurangan garam beryodium kita bisa terkena penyakit gondok. Dengan garam hidup kita jadi sehat.

( Tan )